Sabtu, 08 Februari 2014

Akhlak Tetap Nomor Satu

Dengan tergesa-gesa Sayyidina Ali berangkat ke masjid, waktu solat shubuh itu ia ingin berjamaah bersama Rasulullah. Namun, di tengah jalan langkahnya terhambat oleh seorang lelaki tua yang berjalan tertatih-tatih dengan bantuan sebuah tongkat dan tangan kirinya memegang lentera sebagai penerang jalan.

untuk menghormati orang tua itu, dan sebagai sikap rendah diri, Sayyidina Ali tak ingin mendahului lelaki tua itu, maka ia berjalan di belakangnya. Karena keadaan tersebut Sayyidina Ali terlambat datang berjamaah di masjid. Celakanya, ternyata lelaki tua itu tidak solat di masjid, karena ia orang Nasrani.

Ketika Sayyidina Ali memasuki masjid, jamaah solat sedang dalam keadaan ruku', Rasulullah saat itu sengaja memanjangkan ruku'nya dengan bacaan yang panjang, sehingga Sayyidina Ali dapat mengikuti menjadi makmum. Usai solat, Sayyidina Ali bertanya kepada Rasulullah.
   
         "Ya Rasulullah, mengapa engkau memanjangkan ruku'mu, suatu hal yang belum kujumpai selama ini."

Jawab Rasulullah. "Saat ruku' dan membaca Subhana Rabbiyal 'adzimi, sebagaimana biasanya aku akan berdiri tegak, sebelum kepalaku terangkat, Malaikat Jibril telah mendahului menekan punggungku. setelah cukup lama menekan punggungku, aku baru dapat mengangkat kepala dan berdiri tegak untuk membaca iktidal."

mendengar penjelasan Rasulullah, kemudian SayyidinaAli menceritakan kejadian dalam perjalanan menuju masjid yang baru saja dialami. Rupanya Allah telah memberi isyarat kepada Rasulullah  agar Sayyidina Ali bisa ikut berjamaah solat shubuh bersama Rasulullah.

Ternyata bukan itu saja, riwayat yang luar biasa ini, diceritakan pada saat itu Malaikat Mikail diperintahkan Allah untuk menahan lajunya matahari hanya untuk Sayyidina Ali tidak ketinggalan solat berjamaah shubuh di masjid bersama Rasulullah. Hal itu karena godaan dari lelaki tua orang Nasrani itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar